Selasa, 17 November 2015

Puisi Untuk Ibu

     IBU

Dikala kusebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan 
Ibu
Kau laksana sang surya 
Menerangi relung-relung jiwa
Kau bagaikan embun pagi
Menyejukkan kedamaian hati
Oh,ibu
Jasamu tiada tara
Meski kini kau telah tiada
Bayangmu selalu menyapa
Kasihmu hidup sepanjang masa

Senin, 19 Oktober 2015

Klaim Kebudayaan Indonesia Oleh Malaysia



Indonesia adalah negara yang sangat luas dan beragam sukunya, mulai dari suku Ambon, suku Batak, suku Madura, suku Jawa, dan suku lainnya. Dengan keberagaman suku di Indonesia maka banyak sekali kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia menjadikan negeri Indonesia adalah negeri yang kaya akan identitas. Namun pada dewasa ini masyarakat Indonesia sendiri telah lupa untuk merawat dan menjaga kebudayaaan yang dimilikinya,sehingga banyak tangan dari negara lain yang ingin merebut kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Salah satu kebudayaan Indonesia yang ingin direbut adalah batik. Negara tetangga kita, yaitu Malaysia  yang mengaku memiliki rumpun yang sama dengan bangsa Indonesia mencoba untuk mengklaim batik sebagai kebudayaan yang dimilikinya. Hal in sungguh sangat memprihatinkan, karena ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap budayanya sendiri, membuat kebudayaan yang dimilikinya dapat direnggut dengan mudah oleh banngsa lain. Oleh karena itu sebagai suatu bangsa yang besar mari kita memperjuangkan dan mempertahankan budaya yang menjadi milik kita dengan terus mencintai dan melestarikannya, sehingga bangsa lain enggan dan tidak mungkin berani untuk mengklaim kebudayaan yang dimilliki bangsa kita.


Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.  


Selain batik ada beberapa budaya Indonesia yang di klaim Malaysia yaitu :

1.      Wayang Kulit 

     Wayang kulit pernah diklaim oleh Malaysia sebagai bagian dari budaya mereka. Hal ini dikarenakan beberapa orang Indonesia yang menetap di sana kerap mengadakan pertunjukan wayang kulit. Untunglah, pada tanggal 27 November 2003 UNESCO mengakui Wayang Kulit sebagai warisan kebudayaan Indonesia.

2.      Reog Ponorogo

      Klaim Malaysia yang mengatakan Reog adalah bagian dari budaya mereka, jelas mengada-ngada. Dari namanya saja sudah tampak bahwa Reog berasal dari Ponorogo. Untuk menutupi hal tersebut, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia segera membantah bahwa Malaysia pernah mengklaim Reog sebagai warisan budaya mereka.

3.      Angklung

      Alat musik khas Sunda ini pun pernah diklaim oleh Malaysia sebagai warisan budaya mereka. Kisruh berakhir setelah angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia di UNESCO pada bulan November 2010.

4.      Tari Pendet dan Tari Piring

      Masyarakat Indonesia pernah dikejutkan dengan munculnya dua tarian ini di iklan pariwisata Malaysia. Malaysia menganggap dua tarian ini merupakan warisan budaya mereka. Padahal sudah jelas-jelas Tari Pendet berasal dari Bali dan Tari Piring berasal dari Sumatera Barat.

Dari uraian di atas bisa disimpulkan Indonesia sangat kaya akan budayanya. Maka tidak heran jika begitu banyaknya budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak mengetahui apa saja budaya yang ada di Indonesia. Jadi banyak sekali kasus klaim budaya yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. Salah satunya adalah batik. Kasus klaim atas kekayaan budaya nusantara menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bahkan oleh negeri tetangga seperti Malaysia pun kita dengan sangat gampang dijarah semau mereka tanpa rasa ketakutan.Di lain pihak, lemahnya ketahanan budaya nusantara kita memang menjadi salah satu faktor pendukung sehingga pihak luar dengan sangat mudah mengklaim sebagai milik mereka. Kita perlu introspeksi diri dan melihat sejauh mana peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kekayaan bangsa. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan penguatan di wilayah perbatasan Indonesia dengan memaksimalkan infrastruktur seperti akses jalan dan listrik agar pergeseran patok perbatasan dan pencaplokan wilayah tidak lagi terjadi. Terlebih dari semua itu, kesadaran akan nasionalisme perlu ditanamkan sejak dini khususnya kepada generasi muda. Kesadaran nasionalisme dapat ditanamkan dengan melakukan sosialisasi budaya baik berupa pengenalan dan pembelajaran seni budaya maupun penanaman mental untuk mencintai budaya bangsa. Sosialisasi budaya dapat dilakukan melalui agen-agen sosialisasi seperti sekolah dan media massa, misalnya dalam bentuk tayangan iklan promosi budaya. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan lebih sadar untuk mencintai dan menjaga kekhasan budaya bangsanya dari ancaman pengklaiman oleh bangsa lain.